MEMENUHI hutang janjinya (Nadzar) setelah memperoleh suara terbanyak dan berhak menjadi Bupati Batang, Yoyok Riyo Sudibyo pulang ke kampung halaman dari Posko I Yodi di Batang, menuju Desa Bawang Kecamatan Bawang dengan jalan kaki, Sabtu (17/12).
Perjalanan yang dilakukannya dimulai dari Posko I Jalan A Yani pada pukul 19.30 WIB ini diikuti ratusan pendukungnya.
Perjalanan tersebut melewati enam kecamatan, yaitu Kecamatan Batang, Wonotunggal, Bandar, Blado, Reban dan Bawang.
Yoyok Riyo Sudibyo mengatakan jika perjalanan ini merupakan bentuk bakti seorang anak terhadap Ibunya setelah melakukan perjuangan yang panjang dan saat ini adalah waktu untuk kembali ke kampung halaman untuk sungkem terhadap orang tua.
"Saya akan kembali ke kampung halaman untuk sungkem kepada orang tua setelah berjuang untuk dalam Pemilukada yang sangat panjang," ungkap Yoyok.
Perjalanan yang dilakukannya tersebut menempuh jarak sekitar 40 km lebih, dan Yoyok mengatakan jika perjalanan yang dilakukannya ini merupakan nadzar atau hutang. Karena ke depan dia akan mengemban tugas yang berat, untuk itu harus meminta restu terlebih dahulu kepada orang tua.
Sebelum melakukan perjalan, Yoyok tidak melakukan persiapan apapun, dan antusiasme para relawan ikut dalam perjalanan tersebut disambut dengan suka cita olehnya, selain itu, masyarakat di enam kecamatan yang dilewati rombongan juga sangat antusias menyambut kedatangan calon pemimpin baru tersebut. Hal itu dibuktikan banyaknya masyarakat yang menanti kehadiran rombongan di pinggir jalan.
Di Kecamatan Wonotunggal sendiri Yoyok diberikan kalungan bunga oleh masyarakat dan diiring hingga samapai di pendopo kecamatan, sedangkan untuk di Kecamatan Bandar, rombongan juga disambut oleh Omah Tani, masyarakat dan juga club motor yang menyuguhkan bola lampion yang digiring hingga pendopo.
"Insya Allah ke depan nanti saya akan mengemban tugas yang berat, untuk itu saya kembali ke kampung halaman untuk bertemu keluarga dan juga sungkem kepada orang tua, karena bagaimanapun doa seorang Ibu selalu menyertai anaknya dalam bekerja," terangnya.
Yoyok berharap setelah melakukan perjalanan ini dapat menjadi contoh bagi siapapun, karena bagaimanapun seorang Ibu adalah pepunden bagi semuanya. Dan semua hal yang telah dicapai merupakan doa dari seorang Ibu, oleh karena itu semuanya harus menghargai seorang Ibu.
Masyarakat yang menyambut kedatangan rombongan juga menyuguhkan berbagai makanan dan minuman untuk seluruh rombongan. Dan kegiatan tersebut juga sebagai simbol bahwa segala bentuk perjuangan selalu diawali dengan sesuatu yang berat dan melelahkan.
Yoyok sendiri telah melewati perjuangan yang panjang dan melelahkan, dan sekarang saatnya membawa masyarakat Batang untuk berbaur menuju perubahan yang lebih baik, dari segi birokrasi maupun ekonomi. Namun semua ini merupakan awal dari perjuangan selama lima tahun ke depan.
Sesampainya di tempat kelahiran pada Minggu (18/12) pagi, Yoyok bersama dengan rombongan disambut meriah oleh masyarakat Desa Bawang yang sudah menunggu sejak malam hari, dan selanjutnya Yoyok memenuhi janjinya untuk sungkem kepada orang tuanya yang sudah memberikan doa selama dia berjuang
Berita Diambil dari Radar Pekalongan

No comments:
Post a Comment