Feb 27, 2012

Tradisi Kliwonan di Kabupaten Batang

Tradisi Kliwonan di Kabupaten Batang
Kliwonan adalah sebuah tradisi dimana warga masyarakat Kabupaten Batang setiap hari Kamis Wage (malam Jum'at Kliwon) menyelenggarakan pasar malam di Alun-alun Kota Batang. Pada acara ini masyarakat biasanya berbondong-bondong untuk berbelanja maupun sekedar berjalan-jalan saja. Para pedagang kaki lima baik dari dalam maupun luar Kabupaten Batang biasanya selalu memanfaatkan peristiwa ini untuk menjajakan dagangan mereka. Barang yang diperdagangkan biasanya relatif sederhana dan murah meriah. Dan mitos kalaupun dagangan mereka tidak laku di pasar malam Kliwonan tersebut di lain tempat dagangan mereka akan laris.
Acara ini selalu dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon yang oleh sebagian masyarakat Jawa dianggap sebagai malam sakral. Jika diamati dari tahun ke tahun semakin banyak masyarakat yang melakukan Kliwonan. Tidak banyak yang tahu sejak kapan tradisi ini dilaksanakan. Yang jelas acara ini cukup membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Banyak juga pedagang dari luar daerah yang turut menimba rezeki.
Warga masyarakat biasanya memadati lokasi sejak sore hari sampai menjelang tengah malam. Tampak pada foto di atas suasana Kliwonan ketika hari mulai senja, dan berjalan-jalan di sekitar Jalan Veteran Komplek Kabupaten.
Salah satu makanan khas Kliwonan, campuran antara klepon, gemblong (juadah) dan ketan yang diberi santan kental dan gula jawa cair (kinco)
Source Batang.org

Feb 26, 2012

Stasiun Senggol Kabupaten Batang

Stasiun Senggol Kabupaten Batag
Stasiun Senggol Kabupaten Batag
Stasiun Senggol terletak di deret pasar senggol. Stasiun yang merupakan peninggalan jaman colonial, kini kurang begitu terawat.

Penambang Batu Sidangkrong Bandar

Penambang Batu Sidangkrong Bandar
AKU MAKAN BATU KALI
Penambang Batu Sidangkrong Bandar
Foto ini merupakan salah satu dari beberapa sekian banyak potret kehidupan di Kota Batang. Tepatnya di Ds. Sidangkrong Bandar. Mereka bermata pencaharian sebagai penambang batu.

Bendungan KedungDowo Kramat Batang

Foto ini memiliki beberapa objek utama, yaitu air terjun, tulisan nama bendungan, pemakaman, dsb.
Bendungan KedungDowo Kramat Batang
Bendungan Kedungdowo juga mendapat limpahan air dari 17 bendungan kecil di hulu. Kedungdowo di pinggir kota Batang bagian selatan merupakan bendungan irigasi untuk mengairi sawah sekitar 1.250 ha.
Jika kondisi air di Kedungdowo makin kritis akan digelontor air dari 17 bendungan di hulu Kali Lojahan. Yakni, Bendungan Simas (143 ha), Siguwa (253), Siluwak (141), Sirap (99), Clungup (118), Pliwis (15), dan Setu (109), semua di Kecamatan Wonotunggal.
Yang berada di Kecamatan Bandar adalah Bendungan Siali-ali (62 ha), Siandul (210), Siireng (57), Wadas Bawah (22), Wadas Atas (235), Kecombrang (93), Candi (358), Sinangka (60), dan Siluke (103).
''Di Kecamatan Blado ada Bendungan Sipelen yang dapat mengairi sawah 210 ha,'' kata dia.(ar-17g)

Pantai Sigandu Kabupaten Batang

Pantai Sigandu adalah sebuah kawasan pantai yang terletak di pesisir Pantai Utara Jawa, tepatnya pantaiSigandu ini terletak di Kabupaten Batang,Jawa Tengah.
Pantai ini berjarak kurang lebih sekitar 4 km dari pusat Kota Batang dengan waktu tempuh kurang lebih 10 menit apabila ditempuh dengan berkendaraan motor baik roda dua ataupun empat.
Pantai Sigandu Panorama menawan pantai Kota Batang di sore hari, sementara perahu nelayan pulang bersandar membongkar ikan hasil tangkapannya.
Upacara Nyadran
Pantai Sigandu
Di pantai tempat bermuaranya kali Sambong yang membelah kota ini diselenggarakan upacara selamatan pantai (nyadran) dengan arak-arakan dan lomba perahu dayung tradisional oleh seluruh nelayan di Batang. Upacara tersebut diagendakan setiap tahun bertepatan dengan hari raya Idul Fitri sebagai rasa syukur kepada Tuhan YME atas rizki yang dilimpahkan kepada umatNya.
Wisata Indonesia Surga Dunia